
Kantor PT Tirta Asasta Depok. (dok. Tirta Asasta)
JBDTBnews.com | DEPOK — PT Tirta Asasta Depok (Perseroda) menunjukkan taringnya dengan mencatatkan performa keuangan yang luar biasa sepanjang tahun 2025. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kebanggaan warga Depok ini berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp37,4 miliar, sebuah angka yang melampaui target awal perusahaan sebesar Rp33,8 miliar.
Direktur Utama PT Tirta Asasta Depok, M. Olik Abdul Holik, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan buah dari konsistensi dalam pelayanan dan pengelolaan keuangan yang sehat. Selain laba yang “moncer”, perusahaan juga mencatat total pendapatan sebesar Rp257,2 miliar dengan volume air terjual mencapai 20 juta meter kubik.
Efisiensi operasional juga menjadi kunci, di mana tingkat kebocoran air (non-revenue water) berhasil ditekan hingga ke angka 23,95%, lebih rendah dari target yang ditetapkan sebesar 24%. Hingga akhir Desember 2025, jumlah pelanggan aktif pun terus tumbuh mencapai 99.139 sambungan.
Atas kinerja impresif tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum memberikan skor 4,25 dengan kategori Sehat, sementara penilaian berdasarkan Kepmendagri meraih skor 69,58 dengan kategori Baik.
Moncernya kinerja Tirta Asasta ini diapresiasi oleh aktivis Depok, Pardong.
“Bagus ini, tentu merupakan sebuah prestasi yang perlu diapresiasi. Kinerja PDAM memang makin keren, semoga bisa dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan,” ujar Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Depok ini.
Pardong menilai pencapaian laba puluhan miliar tersebut merupakan bukti bahwa tata kelola perusahaan berjalan di jalur yang benar. Ia berharap keberhasilan finansial ini juga terus diikuti dengan peningkatan jangkauan layanan air bersih bagi seluruh lapisan masyarakat di Kota Depok.