
JBDTBnews.com | DEPOK – Beredar kabar adanya anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang diduga asyik bermain TikTok saat Sidang Paripurna DPRD Kota Depok berlangsung. Peristiwa tersebut menuai sorotan dan memantik kekecewaan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Depok Parliament Watch (DPW) melontarkan kecaman keras terhadap perilaku yang dinilai tidak mencerminkan sikap dan tanggung jawab seorang wakil rakyat.
Koordinator Depok Parliament Watch, Pardong, menilai bahwa sidang paripurna merupakan forum resmi yang seharusnya diikuti dengan penuh keseriusan dan rasa tanggung jawab, bukan justru dijadikan tempat untuk melakukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan agenda persidangan.
“Ini perbuatan memalukan dan membuat muak masyarakat. Sidang seharusnya diikuti dengan serius, bukan untuk main-main. Kami sangat kecewa. Ini perbuatan biadab. Mereka digaji menggunakan uang rakyat, sehingga sudah seharusnya menjalankan tugas untuk membantu dan memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan malah bermain-main seperti ini,” tegas Pardong.
Lebih lanjut, Pardong menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya bersama sejumlah aktivis lainnya akan mengadukan dugaan pelanggaran tersebut kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Depok.
Selain melaporkan persoalan tersebut, Depok Parliament Watch juga berencana menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes sekaligus desakan agar dugaan pelanggaran etik tersebut ditindaklanjuti secara serius.
DPW meminta Badan Kehormatan DPRD Kota Depok untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan sanksi tegas apabila dugaan pelanggaran tersebut terbukti.
Menurut DPW, anggota DPRD sebagai representasi masyarakat harus mampu menunjukkan sikap profesional, menjaga etika, serta menghormati setiap forum resmi lembaga legislatif.
Sebab, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perwakilan rakyat harus dijaga melalui sikap dan kinerja para anggotanya, bukan justru dirusak oleh perilaku yang mencederai rasa tanggung jawab sebagai wakil rakyat.