Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jbdtbnew/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Ponpes Mahima Kembali Gelar Dzikir Ghofilin. -

Ponpes Mahima Kembali Gelar Dzikir Ghofilin.

JBDTBnews.com | BOGOR — Santriwan/Santriwati dan para orangtua/wali Pondok Pesantren Manba Hidayatul Ma’arif (MAHIMA) kembali mengadakan Dzikir Ghofilin yang berlokasi di Jalan Bhakti, Ragajaya, Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor.

Dzikir Ghofilin ini dilaksanakan di Aula Ponpes yang diasuh oleh KH. Ferdy Al-Huasain M.Pd.

Acara Dzikir Ghofilin ini berlangsung khidmad dan terlihat sangat sejuk oleh lantunan-lantunan Dzikir yang dibacakan oleh para Ustadz dan Santri.

“Hati jadi tenang, jiwa jadi ingat terus kepada sang pencipta, yakni Allah SWT,” tutur salah seorang wali santri.

Mengutip buku Ensiklopedia Khittah NU, sejarah Dzikir Ghofilin sudah ada sejak tahun 1960an, yang digagas oleh 3 Kyai Besar yakni Kyai Hamid (Pasuruan) Kyai Hamim Dzazuli (Gus Miek, Kediri) dan Kyai Achmad Shiddiq (Jember).

Ketiga Kyai tersebut sangat terkenal dikalangan Nahdhatul Ulama (NU). Menurut Gus Miek, ada 3 tokoh lagi yang mempunyai andil dalam wirid Dzikir Ghofilin yakni Mbah Kyai Dalhar (Magelang) Mbah Kyai Mundzir (Kediri) dan Mbah Kyai Hamid (Magelang).

Ghofilin itu sendiri dalam bahasa Arab berarti orang-orang yang lupa. Dan Dzikir Ghofilin bertujuan supaya orang-orang yang lupa kembali ingat.

Fadillah utama Dzikir Ghofilin adalah murni untuk kebahagiaan di akhirat, biasanya orang yang benar-benar menata akhiratnya, maka urusan duniawinya juga akan ikut tertata.

Dzikir Ghofilin menciptakan suasana religius untuk membentengi masyarakat dalam memasuki zaman modern.

Menurut KH. Ferdy Al Husainy, Ponpes MAHIMA rutin menggelar Dzikir Ghofilin bersama para santri dan wali santri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *