Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! Komentar kondisional IE diabaikan oleh semua browser yang didukung. in /home/jbdtbnew/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Tinus Ginting: Dua Hal Wajib Dilakukan untuk Perubahan dan Perbaikan Pasar Cisalak -

Tinus Ginting: Dua Hal Wajib Dilakukan untuk Perubahan dan Perbaikan Pasar Cisalak

JBDTBnews.com | DEPOK — Kondisi Pasar Cisalak yang berada di Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, tengah menjadi perhatian. Penertiban terhadap lapak-lapak liar yang dinilai mengganggu pengguna jalan dan melanggar Peraturan Daerah (Perda) tentang ketertiban umum pun sedang dilakukan.

Namun, penertiban lapak liar dinilai bukan satu-satunya langkah yang perlu dilakukan untuk mewujudkan Pasar Cisalak yang tertib, bersih, aman, dan nyaman. Salah seorang warga yang telah puluhan tahun tinggal di sekitar kawasan pasar, Yustinus Ginting, menilai terdapat dua hal utama yang wajib dilakukan untuk membenahi kondisi Pasar Cisalak secara menyeluruh.

Menurut pria yang akrab disapa Bang Tinus tersebut, hal pertama yang harus dilakukan adalah menata dan membenahi kondisi pasar yang masih dinilai kumuh, semrawut, dan tidak tertata.

Adapun langkah yang perlu dilakukan di antaranya membersihkan dan merapikan lingkungan pasar, memperbaiki fasilitas umum seperti akses air, MCK, drainase, serta penerangan. Selain itu, pengelolaan sampah juga perlu dilakukan dengan baik, termasuk menata zona perdagangan agar aktivitas jual beli dapat berlangsung dengan lebih nyaman.

“Pasar harus bisa diciptakan menjadi tempat yang nyaman, bersih dan aman, baik bagi pedagang maupun masyarakat yang datang untuk berbelanja,” ujar Yustinus.

Hal kedua, lanjutnya, adalah melakukan penertiban dan menindak tegas berbagai bentuk penyimpangan maupun pelanggaran yang terjadi di kawasan pasar.

Menurutnya, penertiban tersebut mencakup pedagang liar dan parkir yang tidak tertata. Selain itu, dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan berbagai bentuk kecurangan juga harus ditindak secara tegas. Pengelolaan pasar pun perlu diawasi dan dievaluasi secara berkala agar berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Aturan harus ditegakkan tanpa tebang pilih. Kalau pasar tertib, pedagang tertib dan pembeli terlindungi, maka pasar akan ramai,” tegasnya.

Bang Tinus berharap upaya pembenahan Pasar Cisalak tidak hanya dilakukan sesaat atau ketika mendapat sorotan dari masyarakat. Menurutnya, penataan dan penertiban harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Itulah menurut hemat saya yang harus dilakukan. Jangan hanya hangat-hangat tahi ayam, tetapi harus kontinu sehingga ketertiban pasar benar-benar bisa diwujudkan,” ujar pria yang akrab dipanggil Bang Tinus tersebut.

Ia juga menyoroti besarnya anggaran yang telah dikeluarkan untuk pembangunan pasar tersebut. Menurutnya, sangat disayangkan apabila pasar yang pembangunannya menelan biaya hingga Rp182 miliar justru tidak mampu menarik minat masyarakat dan membuat aktivitas perdagangan menjadi sepi.

“Jangan sampai pembangunan pasar yang menelan biaya Rp182 miliar ini justru pasarnya sepi, sementara pedagang liar yang malah menikmati keramaian,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *