
JBDTBnews.com | DEPOK – Aksi demonstrasi buruh di PT Immortal yang berlokasi di Jalan Pekapuran, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Selasa (19/5/2026), nyaris memicu ketegangan dengan warga sekitar.
Ketegangan bermula dari informasi yang beredar di masyarakat bahwa massa aksi berencana menutup akses Jalan Pekapuran, yang merupakan jalur utama aktivitas warga. Kekhawatiran tersebut mendorong warga dan pemuda yang tergabung dalam Forum Warga Sukatani mendatangi lokasi aksi untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Dalam orasinya, warga meminta agar aksi buruh tidak diwarnai tindakan yang dapat mengganggu ketertiban lingkungan.
“Jangan coba-coba mengganggu wilayah kami. Kami akan melawan jika terjadi kerusuhan,” ujar Pardong, Koordinator Forum Warga Sukatani, yang hadir bersama Ketua PETA Uchi Tile dan sekitar 80 warga.
Warga menyampaikan sejumlah pernyataan sikap, di antaranya:
- Warga Sukatani mencintai perdamaian dan lingkungan tempat tinggalnya.
- Warga menginginkan suasana kampung tetap aman, tentram, dan kondusif.
- Warga mendukung pemerintah serta aparat penegak hukum dalam menjaga ketertiban lingkungan.
- Warga menolak adanya pihak luar yang diduga sebagai provokator yang dapat memicu kerusuhan.
- Warga menegaskan akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang membuat onar.
- Warga mengindikasikan adanya oknum yang mengatasnamakan pejuang, namun diduga sebagai provokator.
- Warga meminta agar permasalahan ketenagakerjaan diselesaikan secara santun melalui mekanisme bipartit, tripartit, maupun jalur hukum.
- Warga mendukung penyelesaian masalah secara damai dan bijaksana.
- Warga menyatakan kesiapan menjaga dan membela lingkungan kampung.
- Warga menegaskan sikap cinta damai, namun tidak akan membiarkan wilayahnya terganggu.
- Warga mengajak semua pihak menjaga kondusivitas dengan musyawarah, gotong royong, dan nilai-nilai Pancasila.
Kehadiran warga di lokasi aksi berlangsung dalam pengawalan aparat, sehingga situasi tetap terkendali dan tidak terjadi bentrokan. Warga berharap seluruh pihak dapat menahan diri serta mengedepankan dialog demi menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan.