
JBDTBnews.com | DEPOK — Makam Nyimas Utari Sandijayaningsih, pejuang telik sandi pada masa Kerajaan Mataram Islam yang berlokasi di Jalan Tapos BG, Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos, Kota Depok, perlu dijaga dan dirawat bersama oleh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan H. Hasan Basri, S.Pd., M.Pd., saat ditemui di sela-sela kegiatan peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kecamatan Tapos yang dirangkaikan dengan Haul Nyimas Utari Sandijayaningsih, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Hasan Basri, Nyimas Utari merupakan sosok pejuang yang telah berjuang dengan gigih dalam upaya melawan penjajah. Karena itu, keberadaan makamnya perlu mendapat perhatian dan perawatan agar jasa serta perjuangannya tetap dikenang oleh generasi penerus bangsa.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya. Jangan sekali-kali melupakan sejarah,” ujar Hasan Basri yang menjabat sebagai Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok.
Ia menegaskan, menjaga dan merawat makam para pejuang bukan sekadar memelihara situs bersejarah, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan terhadap pengorbanan mereka dalam memperjuangkan bangsa dan tanah air.
Pada kesempatan tersebut, Hasan Basri juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kantor Kecamatan Tapos yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan peringatan Hari Santri Nasional sekaligus Haul Nyimas Utari Sandijayaningsih.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan sejarah serta menumbuhkan semangat menghargai jasa para pahlawan, khususnya di kalangan generasi muda.
Dengan adanya kepedulian bersama, makam Nyimas Utari Sandijayaningsih diharapkan tetap terawat dan menjadi pengingat bagi masyarakat akan nilai perjuangan, pengorbanan, serta kecintaan terhadap tanah air.