
Sumber: Polling Lembaga Survei Depok Independent (LSDI), 9–23 Juni 2026. Survei dilakukan terhadap 1.000 responden di 11 kecamatan Kota Depok dengan metode penyebaran kuesioner oleh 33 relawan.
JBDTBnews.com | DEPOK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto terus menjadi perhatian publik. Dalam beberapa pekan terakhir, program tersebut memunculkan berbagai tanggapan, mulai dari aksi penolakan hingga dukungan agar program tetap dilanjutkan.
Di Kota Depok, dukungan terhadap MBG tercermin dalam hasil jajak pendapat yang dilakukan Lembaga Survei Depok Independent (LSDI). Polling dilaksanakan pada 9–23 Juni 2026 dengan melibatkan 1.000 responden yang tersebar di 11 kecamatan di Kota Depok.
Direktur Eksekutif LSDI, Mohammad Khalilou Fadiga, mengatakan survei dilakukan oleh 33 relawan yang menyebarkan kuesioner secara langsung kepada masyarakat.
“Kami menerjunkan 33 relawan untuk menyebarkan kuesioner di 11 kecamatan di Kota Depok. Seluruh data kemudian direkapitulasi oleh tim LSDI hingga menghasilkan hasil polling yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Fadiga di kantornya di kawasan Tapos, Kamis (25/6/2026).
LSDI merupakan lembaga survei independen yang didirikan oleh sekelompok mahasiswa dan aktivis muda asal Kota Depok pada Januari 2024. Lembaga ini berfokus pada riset dan survei berbagai isu publik di Kota Depok.
Sejak berdiri, LSDI telah melakukan sejumlah survei, di antaranya terkait Pemilu Legislatif 2024, Pemilihan Presiden 2024, dan Pemilihan Kepala Daerah 2024.
“Alhamdulillah, hasil survei LSDI selama ini tidak pernah meleset jauh dan selalu mendekati hasil riil,” kata Fadiga yang juga merupakan mahasiswa di salah satu universitas swasta.
Hasil Polling MBG
Berdasarkan hasil rekapitulasi terhadap 1.000 responden, diperoleh hasil sebagai berikut:
- 79,5 persen menyatakan setuju Program MBG dilanjutkan.
- 10,2 persen menyatakan tidak setuju atau menginginkan program dihentikan.
- 10,3 persen memilih abstain atau belum menentukan sikap.
Jika dikonversikan ke jumlah responden, maka sebanyak 795 orang mendukung keberlanjutan MBG, 102 orang menolak, dan 103 orang memilih abstain.
“Artinya, dari 1.000 responden, sebanyak 795 orang mendukung program MBG, 102 orang tidak setuju, dan 103 orang memilih abstain,” jelas Fadiga.
Lebih lanjut, dari 795 responden yang mendukung MBG, sebanyak 55 persen mengaku sangat puas terhadap pelaksanaan program di Kota Depok. Sementara 45 persen lainnya menilai program tersebut sudah berjalan baik, namun masih memerlukan sejumlah perbaikan.
Mayoritas Pendukung Berasal dari Responden Perempuan
Menurut Fadiga, LSDI juga memperhatikan keterwakilan gender dalam pelaksanaan survei. Komposisi responden terdiri atas 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan.
Hasilnya menunjukkan bahwa dari kelompok yang mendukung MBG, 62 persen merupakan perempuan, sedangkan 38 persen laki-laki.
Sementara itu, pada kelompok responden yang menyatakan tidak setuju terhadap MBG, 69 persen merupakan laki-laki dan 31 persen perempuan.
“Kami memastikan distribusi responden dilakukan secara seimbang antara laki-laki dan perempuan agar hasil polling lebih representatif,” ujarnya.
LSDI Akan Lanjutkan Polling di Kalangan PelajarDalam waktu dekat, LSDI berencana menggelar jajak pendapat lanjutan yang menyasar kalangan pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMA untuk mengetahui persepsi mereka terhadap Program MBG.Namun, pelaksanaan survei tersebut akan dilakukan setelah masa libur sekolah berakhir.
“Tim LSDI akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan polling terhadap para siswa. Karena saat ini masih masa libur sekolah, pelaksanaannya akan dimulai kembali pada akhir Juli mendatang,” tutup Fadiga.